Lewati ke konten
KEBIJAKAN BUYER

Standar pengajuan dan pengelolaan kebutuhan buyer

Kebijakan ini mengatur kelengkapan pengajuan, verifikasi, perlindungan data, komunikasi, dan tanggung jawab buyer selama menggunakan Safira.id.

Versi kebijakan: V16.0.3Berlaku untuk akun dan pengajuan buyer

1. Pengajuan kebutuhan

Buyer wajib mengirimkan kebutuhan yang jelas, sah, dan wajar secara komersial.

  • Informasi minimal mencakup produk, spesifikasi, jumlah, tujuan, jadwal, Incoterms, dan preferensi pembayaran.
  • Dokumen pendukung harus relevan dan tidak boleh memuat data sensitif yang tidak diperlukan.
  • Pengajuan duplikat, menyesatkan, ilegal, atau tidak layak dapat ditolak.

2. Verifikasi dan klarifikasi

Safira dapat meminta klarifikasi, bukti perusahaan, target pengadaan, atau informasi pendukung sebelum kebutuhan dipublikasikan atau dibagikan kepada supplier.

Status terverifikasi menunjukkan bahwa data tertentu telah ditinjau berdasarkan informasi yang tersedia. Status tersebut bukan jaminan pembelian atau kemampuan pembayaran.

3. Perlindungan data buyer

  • Kontak buyer, target harga, dan dokumen rahasia tidak ditampilkan secara publik.
  • Data sensitif hanya dibagikan sesuai kebutuhan proses dan kewenangan pengguna.
  • Buyer bertanggung jawab memastikan bahwa data yang dikirim dapat diproses secara sah.

4. Shortlist dan komunikasi

Safira dapat menyeleksi supplier berdasarkan kategori, kapasitas, harga, dokumen, kesiapan ekspor, dan syarat pengiriman. Komunikasi dapat dikelola melalui pesan platform, email, atau kanal terdokumentasi lainnya.

5. Tanggung jawab transaksi

  • Buyer wajib meninjau quotation, spesifikasi, kapasitas, jadwal, pembayaran, dan dokumen sebelum menyetujui transaksi.
  • Keputusan komersial final mengikuti kontrak dan dokumen yang disepakati para pihak.
  • Safira tidak menjamin kualitas barang, pembayaran, customs clearance, atau pengiriman kecuali disepakati secara tertulis.

6. Penegakan kebijakan

Safira dapat meminta revisi, membatasi visibilitas, menangguhkan pengajuan, atau menutup akun apabila terdapat informasi palsu, penyalahgunaan, pelanggaran hukum, atau risiko keamanan.